Americans (Bilingual)

English:

Living in a new place can be exciting and challenging at the same time. Exciting because you get to know new people, new things, new environment, new cultures, new habit, and many other new stuffs. Challenging because you certainly need to adjust to the new situation and learn from the very beginning, and this means getting out of your comfort zone.

Of course at first I was so nervous and afraid that I wouldn’t be able to fit in. As an Indonesian, I believe in a saying “dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung,” it means wherever you go, you have to follow the custom of the place you visit–it means respect. So I was worried that the culture is so different that it would be difficult to interact with each other.

But you know what, my experience in the United States was truly exciting and it was a wonderful learning experience and life-changing. It’s all because I was very lucky to meet all the amazing staffs who were caring, understanding, and kind. They really made it easy for me as a “stranger” to live in their country. And from these amazing people, I have learned a lot. Here I am writing all the valuable things I learned from the Americans.

First, the Americans like to ask questions. “The only stupid questions are those that are never asked,” said one of the staffs. See, here in Indonesia, there is this opinion that says, asking questions makes you look stupid, so you better keep silent. But in America, people ask questions all the time. I was asked questions from “do women in Indonesia rarely ear high heels?” until “how is the middle class people in your country?” Maybe they think that it’s better for you to look stupid for a few minutes than to keep silent and be stupid forever. And I couldn’t agree more. As long as your question is honest and sincere, it doesn’t matter how stupid you look, because the point is to learn more through each and every question.

Second, the Americans are explicit. What I mean is that they mean what they say, and say what they mean. There is no “read between the lines” or a “hidden meaning” thing. From their constitution to everyday conversation they say everything to the point. The first words of their constitution are “We, the people…” and that explicitly and literally means “We, all the people…” not “We, certain people…” If they say “I want to do this,” then it means “I want to do this because I want to,” not ” I don’t really want to do this, but if you insist bla bla bla.” And this makes life easy. Seriously. Because you know exactly what people want and you don’t have to guess around and make it all complicated.

with the American students.

Third, they are punctual. This is probably the first thing that we, Indonesians, should learn from them. When you are punctual, everything is more organized and you get to be more productive because when everything goes in a timely manner, you can do more things in a day. Compare to when you don’t have certainty of time, in one day you can only do one thing because you spend your precious time waiting instead of something else more valuable.

Fourth, they have very high respect of individual rights. It’s because they know that one person always matters. Personally, I always felt that through the way the staffs treated us. I felt like they never left out anyone’s opinion just because something’s supposed to be that way. That’s why minority rights are very much guaranteed in the United States. Because for them, democracy doesn’t mean only the majority can always get what they want, but democracy also means that the minority rights are protected despite them being the minority. Remember that “We, the people…” means “We, all the people” not “We, only the majority.”

Fifth, I can’t remember what else I learned from these Americans but I know that there are more.

I realize that not everything in America is suitable with the culture in our country Indonesia. But at least these are the things that I think we can learn from them in order to be better. Probably some people can say that I’m overgeneralizing, but this is what I picked up from all the Americans that I met during the program. And someday, I may or may not probably meet Americans who are not like this but I’m just glad that there are valuable lessons that I can take home with me to share with other people.

=======================================================

Bahasa Indonesia:

Berada di tempat yang baru adalah sesuatu yang menyenangkan dan juga menantang. Menyenangkan karena kita bisa bertemu dengan orang baru, hal baru, lingkungan baru, budaya baru, kebiasaan baru, dan banyak hal baru lainnya. Menantang karena kita harus menyesuaikan diri dengan situasi yang baru dan mulai belajar dari awal, dan ini berarti kita harus keluar dari zona aman kita.

Tentunya saya merasa tegang dan takut jika nantinya saya tidak bisa menyesuaikan diri. Sebagai orang Indonesia, ada pepatah yang mengatakan “dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung,” ini berarti kemanapun kita pergi, kita harus mengikuti aturan dari tempat yang kita kunjungi–karena itu menunjukkan bahwa kita menghormati mereka. Saya sangat khawatir karena perbedaan kebudayaan yang besar akan menyulitkan saya untuk berinteraksi dengan mereka.

Tapi ternyata, pengalaman saya di Amerika Serikat adalah pengalaman yang benar-benar menyenangkan dan menjadi pelajaran yang mengubah hidup saya. Semua itu karena saya sangat beruntung bisa bertemu dengan para staf yang begitu peduli, mengerti, dan baik kepada kami semua. Mereka membuat segala sesuatu jadi mudah bagi saya sebagai “orang asing” untuk tinggal di negara mereka. Dan dari orang-orang ini, saya belajar banyak. Inilah semua pelajaran berharga yang saya dapat dari orang Amerika ini.

Pertama, orang Amerika suka bertanya. “Satu-satunya pertanyaan bodoh adalah pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan,” kata salah satu staf. Di Indonesia, ada pendapat bahwa bertanya membuat kita terlihat bodoh, jadi lebih baik untuk diam. Tapi di Amerika, orang-orang bertanya hampir setiap saat. Saya pernah ditanyai berbagai pertanyaan mulai dari “apakah perempuan di Indonesia jarang memakai sepatu hak tinggi?” sampai “bagaimana kondisi rakyat kalangan menengah di negara anda?”Mungkin mereka berpikir bahwa lebih baik untuk terlihat bodoh selama beberapa menit daripada diam dan menjadi bodoh selamanya. Dan saya sangat setuju dengan hal ini. Selama pertanyaan yang kita tanyakan adalah pertanyaan yang jujur dan tulus, tidak masalah betapa bodoh kita terlihat, karena yang penting adalah kita bisa belajar dari tiap pertanyaan yang kita berikan.

Kedua, orang Amerika sangat terang-terangan. Maksudnya adalah, mereka mengucapkan apa yang mereka maksud secara blak-blakan. Tidak ada “pesan tersembunyi” atau “arti tersirat.” Mulai dari konstitusi mereka hingga pembicaraan sehari-hari, mereka selalu berusaha untuk to the point. Kata-kata pertama dari konstitusi mereka adalah “Kami, rakyat…” yang secara harafiah berarti “Kami,semua rakyat…” bukan “Kami, rakyat tertentu…” Jika mereka mengatakan “saya ingin melakukan ini,” itu berarti “saya ingin melakukan ini karena saya ingin,” bukan “saya sebenarnya tidak ingin melakukan ini, tapi jika kamu memaksa bla bla bla.” Dan keterusterangan ini membuat hidup lebih mudah. Karena kita bisa tau dengan jelas apa yang orang lain mau dan kita tidak harus menerka-nerka dan membuat semuanya rumit.

Chatting with Lilian, Sarah, and others

Ketiga, mereka tepat waktu. Ini mungkin hal yang sudah jelas dan juga hal pertama yang orang Indonesia harus pelajari dari mereka. Ketika kita tepat waktu, semuanya menjadi lebih teratur dan kita bisa menjadi lebih produktif karena ketika semuanya berjalan dalam waktu yang telah ditentukan, kita bisa melakukan lebih banyak hal dalam sehari. Dibandingkan dengan ketika kita tidak punya kepastian mengenai waktu, dalam sehari kita hanya bisa melakukan satu hal karena kita menghabiskan banyak waktu yang berharga untuk menunggu, bukannya untuk sesuatu hal lain yang lebih berarti.

Keempat, mereka sangat menghormati hak-hak perorangan. Ini karena mereka mengetahui bahwa satu orang sangat berarti. Secara pribadi, saya selalu merasakan hal ini melalui cara para staf memperlakukan kami selama program berlangsung. Saya merasa mereka tidak pernah mengesampingkan pendapat satu orang hanya karena sesuatu hal harus berjalan sedemikian rupa. Itulah sebabnya hak-hak minoritas di Amerika Serikat sangat dijamin. Karena bagi mereka, demokrasi tidak hanya berarti bahwa kaum mayoritas bisa mendapatkan apa yang mereka ingingkan, tapi demokrasi juga berarti hak-hak minoritas dapat dilindungi sekalipun mereka adalah minoritas. Lagipula “Kami, rakyat…” berarti “Kami, semua rakyat…” bukan “Kami, kaum mayoritas…”

Kelima, saya tidak bisa mengingat apalagi yang saya pelajari dari orang Amerika karena ada begitu banyak hal yang saya dapat. :p

Saya sadar bahwa tidak semua hal di Amerika cocok dengan budaya kita di Indonesia. Tapi setidaknya inilah hal-hal yang bisa kita pelajari untuk menjadi lebih baik. Mungkin beberapa orang akan bilang bahwa saya terlalu men-generalisasi, tapi inilah hal-hal yang saya dapat dari orang-orang Amerika yang saya temui selama program ini berlangsung. Dan suatu hari, mungkin atau mungkin saja tidak, saya akan bertemu dengan orang Amerika yang tidak seperti ini, tapi saya senang bahwa saya telah belajar banyak pelajaran berharga yang bisa saya bawa pulang untuk dibagikan pada orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s